Kebijakan Manajemen Resiko

Telkom menerapkan manajemen risiko untuk melindungi aset dan kegiatan usaha serta menciptakan nilai (creating value) bagi para pemangku kepentingan. Manajemen risiko juga merupakan bentuk kepatuhan (compliance) terhadap regulasi yang berlaku. Peran dan fungsi manajemen risiko sangat penting dalam mendukung bisnis telekomunikasi yang memiliki cakupan area bisnis yang luas, memerlukan investasi yang sangat besar, memiliki tingkat kompetisi tinggi, perkembangan teknologi yang cepat, regulated business serta perubahan cara berkomunikasi.

 

Gambaran Umum Mengenai Sistem Manajemen Risiko

 

Implementasi sistem manajemen risiko di Telkom sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN No.1 Tahun 2011 yang mengharuskan BUMN menerapkan manajemen risiko. Selain itu, pelaksanaan manajemen risiko juga merupakan kewajiban Telkom sebagai perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham New York (NYSE) untuk memenuhi Sarbanes-Oxley Act, khususnya article 302 dan 404.

 

Penerapan manajemen risiko di Telkom tahun 2006 diawali dengan pembentukan Unit Risk Management & Legal Compliance (RMLC) dibawah koordinasi Executive Vice President (EVP). Selanjutnya, pada tahun 2007 dibentuk Direktorat Compliance & Risk Management (CRM) di bawah kendali Direktur CRM. Dengan tingkat kesadaran atas pengelolaan risiko yang membaik dan adanya tantangan bisnis yang lebih besar, maka pada tahun 2013 fungsi Direktorat CRM diubah menjadi Direktorat Wholesale & International, sedangkan untuk menjalankan pengelolaan GovernanceRisk & Compliance dibentuk Departemen Compliance, Risk Management & General Affair (“CRMGA”) di bawah tanggung jawab Head of CRMGA. Sejalan dengan dinamika bisnis dan organisasi yang terus berkembang, maka tahun 2016 fungsi Manajemen Risiko dijalankan oleh Sub Direktorat Risk & Process Management yang merupakan bagian dari Direktorat Keuangan. Perjalanan mengelola Manajemen Risiko Telkom sejak 2006 s.d. 2016 telah mengantarkan perusahaan dalam tingkatan dimana risiko telah menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis, operasional, pengawalan  kepatuhan (compliance) maupun dalam  pengawalan keandalan pelaporan keuangan (ICOFR).

 

Berikut ini adalah diagram yang menampilkan perkembangan fungsi manajemen risiko di Telkom

 

https://konten.telkom.co.id/cs/groups/cem/documents/digitalmedia/wcc013805.jpg

 

Pada tahun 2017, Telkom terus berupaya meningkatkan penerapan manajemen risiko dengan menekankan pada Revenue Assurance & Fraud Management System. Kemudian pada tahun 2018 yang akan datang, Telkom akan melakukan penguatan Enterprise Risk Profile Group & Advisory melalui BCM, Revenue Assurance & Fraud, Insurance Management, dan ERM Telkom Group.

 

Kebijakan Manajemen Risiko di Telkom mengacu kepada Peraturan Direksi No.PD.614.00/r.00/HK.200/COP-D0030000/2015 tanggal 30 September 2015 tentang Manajemen Risiko Perusahaan (Telkom Enterprise Risk Management) dan Peraturan Direktur Keuangan nomor PR.614.01/r.00/HK200/COP-D0030000/2016 tentang pedoman Implementasi Manajemen Risiko Perusahaan (Telkom Enterprise Risk Management).